Monday, June 25, 2012

Social Networking : Necessary Evil Part 1...

Dalam satu dekade terakhir, perkembangan online social networking sudah sangat berkembang pesat di Indonesia. Dimulai dari Yahoo Messenger, MSN Messenger, Friendster dan ICQ. Mungkin untuk dua yang terakhir ini sudah jarang dipakai saat ini, akan tetapi itulah awal boomingnya social networking. Saat ini otomatis Facebook, Twitter dan BBM menjadi tri tunggal power social networking di Indonesia. Di satu sisi, social networking membuat pergaulan dan pertemanan menjadi lebih luas; TAPI ingat 80% adalah di dunia maya/internet, dimana interaksi langsung antara teman itu terjadi secara virtual. Di sinilah titik lemah dari dari online social networking, akan tetapi justru titik lemah inilah yang dieksploitasi oleh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak di Indonesia, JIKA dengan hanya 3% saja penduduknya memiliki satu saja account Social Networking, maka dengan mudahnya ada sekitar 7 juta account; yang terdiri dari account Facebook, Twitter atau yang lain lainnya. Dan dapat dipastikan jumlah account social media yang aktif di Indonesia kemungkinan besar melampaui jauh angka itu.


Bayangkan jika dengan 7 juta account, itu merupakan target potensial bagi marketer/advertiser sampai ke orang-orang yang berniat tidak baik.  Dari 7 juta account itu sebagian besar saat ini adalah anak-anak di bawah umur 12 yang judgement mentalnya masih sangat-sangat polos. Nah, justru saat ini jika kita lihat atau baca dari berita-berita bahwa sebagian besar korban 'online' kebanyakan adalah mereka-mereka ini yang masih 'terlalu mempercayai' apapun yang mereka baca/lihat di Internet. Beranggapan bahwa apa yang mereka terima itu adalah benar. Seperti ada quotation bahwa mata menerima apa yang otak bisa proses. Jadi jika otak masih belum bisa menyerap dan memilah informasi yang diterima, maka mata akan menerima pesan itu apa adanya dan dibawa ke hati dan otomatis menjadi suatu pedoman alias percaya. 


Banyak sudah contoh-contoh immaturity pemilik account social media dan perilakunya; akan dicoba ditelaah di bawah ini, semua ini berdasarkan observasiku selama ini

Facebook:
1. Menyamar menjadi seseorang untuk mendapatkan pengakuan hidup dari banyak orang, bertindak seolah-olah menjadi orang itu. Jika diobserve dari wall nya akan terlihat tata bahasa yang masih terllau kecil. Bahkan mungkin pemilik account itu adalah anak SD kelas 5 atau 6.
2. Menyebarkan hate di wall-wall pertemananya. Hate crime di negara maju sudah menjadi tindak kriminal yang dapat diproses secara hukum, cuma di Indonesia masih dianggap hal biasa
3. Menyebarkan informasi palsu demi keuntungan pribadi, ini memang biasanya dilakukan oleh orang dewasa sebab mereka menyadari sebagian besar pengguna adalah anak di bawah umur yang bisa dibohongi, contoh; artis minta pulsa dari Facebook, ayo dipikir saja secara bodoh, apakah mungkin?
4. Bangga dengan 5000 friends yang tentunya tidak ada yang dikenal

Dan masih banyak lagi perilaku 'immature' di Facebook. Dalam hal ini context dari immature tidak terbatas kepada anak kecil saja, tetapi juga orang dewasa; justru immaturity orang dewasa inilah yang sangat berbahaya ke pemegang account yang masih anak-anak semua ini.

To Be Continued...

1 comment:

  1. InsyaAllah I'm mature user acc social networking Sir...
    :)
    *bnr ga tuch bahasaqu?

    ReplyDelete